Selasa, 07 Desember 2010

pengendalian intern

PENGENDALIAN INTERN
Defenisi Pengendalian Intern
Pengendalian intern merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu. Pengendalian intern itu sendiri bukan merupakan suatu rangkain tindakan yang bersifat pervasive dan menjadi bagian tidak terpisahkan, bukan hanya sebagai tambahan, dari infrastruktur entitas.
Pengendalian intern dijalankan oleh orang. Pengendalian intern bukan hanya terdiri dari pedoman kebijakan dan formulir, namun dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi yang mencakup dewan komisaris, manajemen dan personil lain.
Pengendalian intern dapat diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan mutlak, bagi manajemen dan dewan komisaris entitas. Keterbatasan yang melekat dalam semua sistem pengendalian intern dan pertimbangan manfaat dan pengorbanan dalam pencapain tujuan pengendalian menyebabkan pengendalian intern tidak dapat memberikan keyakinan mutlak.
Pengendalian intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang paling berkaitan: pelaporan keuangan, kepatuhan, dan operasi.

Tujuan Pengendalian Intern
Tujuan pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan;
1. Keandalan Informasi Keuangan
2. Kepatuhan Terhadap peraturan yang berlaku.
3. Efektivitas dan efesiensi operasi.

Keterbatasan Pengendalian Intern
Berikut ini berbagai keterbatasan pengendalian intern:
 Kesalahan dalam pertimbangan.
Manajemen dan personil lain dapat salah dalam mempertimbangkan keputusan bisnis yang diambil atau dalam melaksanakan tugas rutin karena tidak memadainya informasi, keterbatasan waktu, atau tekanan lain.
 Gangguan
Gangguan dalam pengendalian intern yang telah ditetapkan dapat terjadi karena personel secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena kelalaian, tidak adanya perhatian, atau kelelahan. Perubahan yang bersifat sementara atau permanen dalam personel atau dalam system dan prosedur dapat pula mengkibatkan gangguan.
 Kolusi.
Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan disebut kolusi. Kolusi dapat mengakibatkan bobolnya penendalian intern yang dibangun untuk melindungi kekayaan entitas.
 Pengabaian oleh manajemen
Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah seperti keuntungan para manager, penyajian kondisi keuangan yang berlebihan,
 Biaya lawan manfaat
Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan pengndalian intern tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari pengendalian intern tersebut.

Pihak-Pihak yang Bertanggung Jawab Atas pengendalian Itern
Setiap orang dalam organisasi bertanggung jawab terhadap, dan menjadi bagian dari pengendalian intern organisasi. Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penggendalian intern adalah sebagai berikut:
1. Manajemen
Manajemen bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menyelenggarakan secara efektif pengendalian intern organisasinya.
2. Auditor Intern
Auditor intern bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi memadai atau tidaknnya pengendalian intern entitas dan membuat rekomendasi peningkatannya.
3. Personil lain entitas
Peran dan taggung jawab semua personil lain yang menyediakan informasi atau menggunakan informasi yang dihasilkan oleh pengendalian intern harus ditetapkan dan dikomunikasikan dengan baik.
4. Auditor independen
Sebagai bagian dan dari prosedur auditnya terhadap laporan keuangan, auditor dapat menemukan kelemahan pengendalan intern klaiennya, sehingga ia dapat mengkomunikasikan temuan auditnya tersebut kepada manajemen, komite audit, atau dewan komisaris.
5. Pihak luar lain
Pihak luar lain yang bertangung jawab atas ppengendalian intern entitas adalah badan pengatur seperti bank indoneseia dan bapepam.


Unsur-Unsur Pengendalian Intern
SA seksi 319 pertimbangan atas pengendalain intern dalam laporan keuangan paragraph 07 menyebutkan lima unsur pokok penngenalian intern:
• Lingkungan pengendalian (Control Environment)
Linkungan pengendalian menciptakan suasana pengendalian dalam suatu organisasi dan mempengaruhi kesadaran personil organisasi tentang pengendalian. Llinkungan pengendalian merupakan landasan untuk semua unsur pengendalia intern yang membentuk disiplin dan struktur. Berbagai factor yang membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu entitas antara lain:
a. Nilai integritas etika
b. Komitmen terhadap kompetensi
c. Dewan komisaris dan komite audit
d. Filosofi dan gaya oprasi manajemen
e. Struktur organisasi
f. Pembagian wewenang dan pembebanan tanggung jawab
g. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
• Penaksiran Resiko
Penaksiran resiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah idebtifikasi, analisis dan pengelolaan resiko entitas yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi berteerima umum di Indonesia
Penaksiran resiko manajemen untuk tujuan laporan keuangan adalah penaksiran resiko yang terkandung dalam asersi tertentu dalam laporan keuangan dan desain dan implementasi aktivitas pengndalian yang ditujukan untuk mengurangi resiko terrsebut tersebut pada tingkat minimum, dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat.
• Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen dilaksanakan. Kebijakan prosedur ini memberikan keyakinan bahwa tindakan yang diperlukan telah dilaksanakan untuk mengurangi resiko dalam pencapaian tujuan entitas. Aktivitas pengendalian memiliki berbagai macam tujuan dan diterapkan dalam berbagai tingkat dan fungsi organisasi.
• Pemantauan
Pemantauan adalah proses penilaian kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan dilaksanakan peronil yang semestinya melakukan pekerjaan tersebut, baik pada tahap design maupun pengoperasian pengendalian, pada waktu yang tepat, untuk menentukan apakah pengendalian intern beroperasi sebagaimana yang diharapkan, dan menentukan apakah pengendalian intern telah memerlukan perubahan karena terjadinya perubahan keadaan.\
Pengujian Pengendalian
Untuk menguji kepatuhan terhadap pengendalian auditor melkukan dua macam pengujian sebagai berikut:
1) Pengujian adanya kepatuhan terhadap pengendalian manajemen.
2) Pengujian tingkat kepatuhan terhadap pengendalian intern


Dokunentasi Informasi tentang Pengendalian Intern Yang Berlaku
Ada tiga cara yang biasanya digunakan oleh auditor untuk mendokumentasikan informasi mengenai pengendalian intern yang berlaku dalam perusahaan:
 Kuesioner Pengendalian Intern Baku (standar Innternal control questionnaire)
Kuesioner pengendaliam intern baku merupakan cara yang banyak dipakai oleh auditor dalam mendokumentasikan informasi mengenai penendalian intern kliennya. Kuesioner pengendalian intern baku ini disusun untuk dapat diterapkan dalam berbagai macam perusahaan dan biasanya dibuat untuk tiap-tiap siklus kegiatan perusahaan yang diperiksa.
 Uraian tertulis (written description)
Informasi pengndalian intern dapat dikumpulkan dengan cara yang membuat kuesioner tertulis mengenai arus transaksi, catatan-catatan yang diselnggarakan, dan pembagian tanggung jawab yang ada dalam perusahaan.
 Bagan Alir system (system flowchart)
Cara lain yang digunakkan dalam mengumpulkan informasi tentang pengendalian intern adalah dengan menggunakan bagan alir sistem. Dengan cara ini suatu sitem digambarkan dengan engunakan simbol-simbol tertentu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar